Question minus the answer | |
kebanyakan orang sering menyangka saya adalah mahasiswa jurusan Humas. Aduh enggak penting deh, Cit! Heuhuehuhe.
Anyway, yang saya ingat waktu menjadi mahasiswa jurnalistik bukan hanya tugas-tugasnya yang menumpuk tapi juga:
Betapa minimnya peralatan di kampus untuk praktikum. Seperti lab televisi dengan peralatannya yang urdu berat. Malah kadang-kadang serasa flashback ke zaman TVRI, kalau melihat studionya. Tapi praktik di sini, selalu menyenangkan meskipun suka diejek Pak Dekan (kadang sakit hati, tapi ah Pak Dekan gitu lho!).
Waktu praktik feature (atau juve ya? lupa..) dulu, terasa sekali kalau tugas ini berat. Dari mulai mic yang mati terus-terusan, atau mengedit yang susah itu, gambar terhapus, adu argumen dll. Kami memang gerombolan gaptek. Capek itu jelas. Tapi karena bersama teman-teman baik, saya waktu itu senang-senang saja. Apalagi waktu shoot gambar kupu-kupu di gedung sate. Wehehehe...
Atau di lab radio, sumpah! Saya paling males harus naik ke lantai 3 buat sampai ke studio nan creepy itu. Gara-gara alatnya yang manual berat itu dan kelompok saya lack of audio software ability, kami harus kerja keras biar hasilnya smooth. Bunyi cetak-cetek merekam kaset dan backsound dari CD lagu-lagu kesukaan kami adalah hal biasa di waktu itu.
Lalu nongkrong di rental untuk mengerjakan rangkuman buku dari Pak Sahala. Sangat membosankan memang, apalagi kalau dapat buku yang "enggak banget". Tapi itulah inti tugas ini. Kalau tidak diberi tugas seperti ini, kapan lagi mahasiswa pemalas seperti saya membaca buku
Satu semester membosankan. Lupa kapan semesternya, tapi isinya teori semua seperti komunikasi politik dkk. Hueeeek. Tapi semester lainnya sih menyenangkan. Iya sih tugasnya berat. Makanya kalau dapat tugas menulis, saya biasanya mencari tema yang mudah dan memang saya sukai. Yah tidak semuanya sih, tapi saya selalu percaya ketika saya berpikir bahwa saya bisa dan semua hal itu bisa dibuat mudah, things like typing bunch of articles will go smoothly. Power of mind, gitu...
Ya sih, sering juga writer's block dan jenuh malah sampai kesal karena pusing menulis. Tapi sekarang terasa hasilnya. Saya juga merasa beruntung masih mendapatkan Sahala yang masih memeriksa dengan detail.
Kalau UAS, jarang ujian karena sudah diganti dengan tugas menumpuk sebelumnya. Yaiy! Ini menyenangkan sekali. Sementara yang lain, ribet dengan ujian, saya masih bisa nongkrong di koridor setelah menyerahkan tugas dan meminta absen. Heaven berry!
Lalu... lalu this is the best thing. Meskipun katanya anak jurnalistik itu tugasnya numpuk, anak-anaknya kucel dll, saya masih bisa bekerja paruh waktu, nongkrong bersama sahabat dan teman-teman saya, menonton gigs sampai pagi buta, and so many other heaven berry things. Hihihihi.
Jadi saya bingung kalau ada yang bilang kuliah jurnalistik itu membuat anti sosial sampai depresi dll. Pardon me, menurut saya, kuliah tidak harus membuat kita kehilangan hidup. Work hard (or should I say "study hard"), play hard!
Oh well, saya kan kuliah di tahun 2002-2007, mungkin sekarang berbeza. Hehehe.
 | V/14 | Mar 29, '08 6:18 AM for everyone |
Why do I have to wear black today Why do I kept wearing the same blue sweater Why does the weather is so sunny and hot
Maybe because someone has left the building
V/14 It's like tracking back those good old times And memorizing those grey days
Click this flyer for more info. Hope to see you there :) 
Sebelum sampai venue, saya sempat kesal dengan kabar yang dibawakan seseorang, sampai-sampai saya menonjok kursi taksi dengan keras. Huhuhu. Tapi begitu Björk datang dan menyanyi di atas panggung, semua masalah hilang! Saya pikir, saya akan menangis ketika melihat Björk secara langsung. Nyatanya malam itu, saya berteriak-teriak tanpa henti dan menyanyi bersamanya, naik ke atas kursi lalu menari tidak jelas, dan yang pasti tertawa saking bahagianya... Dia menyanyikan hampir semua lagu yang saya suka, lagu "Pleasure Is All Mine", "Army of Me", "All Is Full Of Love", "Hyperballad" dan yang tak pernah disangka-sangka dia menyanyikan my favorite track, "The Anchor Song" sebagai encore!!!
Yaiy! Malam itu benar-benar indah.
Björk, I love you!!!
Minggu ini, Pak Harto meninggal dunia. Sebenarnya, hal ini sudah bisa diperkirakan sebelumnya. You know, ketika seseorang yang sakit parah lalu membaik, sebenarnya ini sebuah pertanda kalau dia akan pergi selamanya. Setidaknya itulah yang selalu saya alami di tengah-tengah saya. Apapun itu, I think this is the best for him. Kalau dia ayah saya, saya pun tidak akan tega melihatnya kesakitan seperti itu. I never hate him, I never love him either. Mungkin dia memang melakukan jutaan kesalahan yang membuat rakyat ini menderita, tapi dia juga melakukan banyak hal baik untuk negeri ini. Seperti koin dengan dua sisi berbeda, seperti Soekarno zaman dulu, dia pun seperti itu. Kita tidak akan pernah bisa menemukan manusia bersih dari dosa, kecuali the greatest prophet, Muhammad SAW.
Dia beruntung tidak mengalami apa yang dialami Soekarno. Ketika sakit parah, Soekarno adalah tahanan rumah yang tidak diizinkan untuk berjalan-jalan ke halaman rumah sekalipun. Dokter yang memeriksa pun hanya dokter hewan. Yes, he's lucky. Dia memperoleh perawatan yang memadai dengan dokter-dokter ahli di sekelilingnya juga alat-alat canggih yang men-supportnya, juga keluarga yang selalu mengelilinya, esp Mbak Tutut (gosh, I never see her crying like that). May he rest in peace. Anyway, saya tidak sabar untuk membaca Tempo. Beberapa tahun lalu, seorang kawan yang bekerja di sana bilang redaksinya telah menyiapkan edisi khusus jika Soeharto meninggal. Kantor saya pun melakukan hal yang sama, di ruangan layout sudah disiapkan halaman-halaman yang akan mengisi koran saya di hari Soeharto meninggal. Hmm, catatan pinggir Goenawan Muhamad, I really can't wait to read it.
Buat para pengguna Fren, kalian bisa memakai lagu 70s Orgasm Club sebagai ring back tone, lho!! Kekekekekek
klik www.freekoms.com buat keterangan lebih lengkap!
dan ini dia kode RBT 70s Orgasm Club Love Bus: 479197699 Peppermint, Insect: 479198299
enjoy..
70s Orgasm Club: Intervew di Underground Hum, Jakarta Post Dapatkan di Jakarta Post hari Sabtu 22 Desember ini. Interview 70s Orgasm Club oleh Paul Agusta
Ayo mari, beli korannya, lalu dikliping, uhm dikasih frame juga boleh Yang penting situ senang, kami senang...
again..
28 Desember 2007: 70s Orgasm Club will sharing stage with Vincent Vega and Mocca at Paris Van Java, Bandung.. di acaranya Radio OZ
lalu...
30 Desember 2007: 70s Orgasm Club akan pentas di Belia Look 2007, juga bersama Mocca..
eh ada lagi nih, alhamdulillah 31 Desember 2007, 70s Orgasm Club akan manggung akustik bersama our sister, Agent Provocateur di Flexi, depan Holiday Inn cu there guys!
White Shoes & The Couples Company merilis mini album "Skenario Masa Muda" White Shoes & The Couples Company mempersembahkan : mini album "Skenario Masa Muda" Edisi terbatas. Deluxe version. Hanya dicetak 1000 keping. Bernomor seri. Distempel sendiri dari nomer 0001 sampai dengan 1000. Diedarkan oleh Aksara Records dalam bentuk cd. Harga Rp 35.000,- Mulai hari Senin, 17 September 2007, 200 edisi pertama sudah bisa didapatkan di Aksara Bookstore, Kemang. Penjualan album secara resmi pada hari Senin, 17 September 2007, akan dihadiri langsung oleh kami(White Shoes & The Couples Company) dari jam 7 malam sampai jam 9 malam di Aksara Bookstore Kemang, Jl. Kemang Raya 8 B, Jakarta Selatan. Untuk 100 pembeli pertama mini album "Skenario Masa Muda" per tanggal 17 September 2007 di Aksara Bookstore Kemang akan mendapatkan 1 buah pin edisi khusus yang hanya dicetak sebanyak 100 buah. Produser rekaman adalah David Tarigan dan White Shoes & The Couples Company. "Skenario Masa Muda" berisikan 6 lagu yaitu: Prelude, Super Reuni, Pelan Tapi Pasti, Roman Ketiga, Today is No Sunday, Aksi Kucing. Lagu-lagu dalam mini album ini banyak dipengaruhi oleh musik-musik populer yang ada dalam film-film nasional masa lalu. Selain berisikan 6 lagu, di dalamnya juga terdapat rekaman-rekaman dialog yang pembuatannya terinspirasi dari adegan-adegan yang ada dalam film-film nasional. Artwork mini album ini kami kerjakan sendiri dengan bantuan dari para sahabat. Rancang grafis dikerjakan oleh *kudaponi(yang tidak lain adalah Nn. Sari & Tn. Rio). Sedangkan Ilustrasi sampul depan adalah karya lukisan dari Nn. Sari. Edisi terbatas deluxe version mini album "Skenario Masa Muda" berisikan bonus artwork berupa: -
1 lembar gambar tempel "Pelan Tapi Pasti" karya perupa ternama: Bambang Toko (Yogyakarta). Bambang Toko adalah salah satu pendiri kelompok Apotik Komik, saat ini masih aktif berkarya dan berpameran, juga bekerja sebagai dosen di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. -
3 lembar kartu pos istimewa bergambar photo band di 2 lokasi yang berbeda. Photo di lokasi Penjahit Bizar, Matraman hasil jepretan pasangan photographer muda Ary Sendy & Julia Sarisetiati, dan photo di lokasi eks Gedung PERFINI, Menteng Raya oleh photographer Keke Tumbuan. Kartu pos ini dirancang secara khusus oleh *kudaponi, dan produksi kartu pos ini dikerjakan dengan supervisi dari Irwan Ahmett dari biro disain Ahmett-Salina -
1 lembar photo band BW handmade, dicetak sendiri secara manual sebanyak 1000 lembar oleh photographer Ary Sendy & Julia Sarisetiati bersama Nn. Sari di kamar gelap ASIA PHOTO studio di Jl. Kapt. Tendean, Kebayoran Baru, Jakarta. Lembar per lembar photo BW ini juga kami gunting sendiri secara manual untuk mendapatkan efek bingkai spesial, dan juga kami stempel sendiri. Informasi mengenai pendistribusian mini album ini selain di toko buku Aksara, akan kami kabarkan kemudian melalui mailing list whiteshoesandthecouplescompany@yahoogroups.com, website www.aksararecords.com dan website www.whiteshoesandthecouplescompany.org Terima Kasih. White Shoes & The Couples Company: Nn. Aprilia Apsari, Tn. Yusmario Farabi, Tn. Saleh Husein, Tn. Ricky Surya Virgana, Ny. Apri Mela Prawidyanti,Tn. John Navid. Informasi & kontak: Mr. Indra Ameng (Personal Manager) +62 818 817548 indra.ameng@gmail.com whiteshoesandthecouplescompany@yahoo.co.uk www.myspace.com/whiteshoesandthecouplescompany www.whiteshoesandthecouplescompany.org d/a ruangrupa Jl. Tebet Timur Dalam Raya no.6 Jakarta 12820
Jadilah yang pertama mendapatkan dan mendengar single terbaru 70s Orgasm Club secara cuma-cuma yang ada di dalam fanpack Orgasm Club. Kita punya single baru versi demo yang berjudul ‘Love Bus’ dan kita akan bagiin kopiannya dalam bentuk CD-plus beserta edisi pertama ‘Orgasm Club zine’ secara cuma-cuma kepada 30 orang fans 70s Orgasm Club. Caranya: datanglah hari Minggu tanggal 9 September ini ke final Indie Fest dan temui 70s OC di backstage setelah kita manggung. Nanti disana akan ada Acit yang akan mendata kalian karena akan ada planing berikutnya dari kita 70s OC buat kalian. dan juga agar kedepannya kita lebih gampang berhubungan. Semudah itu. Sampai jumpa disana?
Pulang getting sekolah di Soekarno Hatta. Siang bolong panas mentereng di atas motor yang melaju kencang, nonacito dan ade bayu indra mengkhayal bersama.
nonacito: de, kalau punya uang satu miliar bisa beli honda jazz ga sih? adebayuindra: bisa lah, honda jazz kan murah, cuma 100 juta berapa gitu... nonacito: asyiiiik. wah, acit bisa punya mobil dong, ya? kalau beli rumah cukup ga?*excited* adebayuindra: cukup, yang 200 juta juga bisa. nonacito: segede gimana? adebayuindra: tergantung belinya di mana, tapi segede rumah tisha kali ya? nonacito: ih lumayan dong. enak ya punya banyak uang...
hmm, kalau punya uang 1 miliar, pasti nerusin sekolah ke tempat itu gampang... seandainya.. hiks hiks hiks
70s Orgasm Club will perform on: RCTI 18TH ANNIVERSARY 08.00 pm, at Plaza Barat Senayan Jakarta, 25th August 2007
sharing stage with :- ZOGUT- 9 MATAHARI- SIKSA KUBUR- ZEKE AND THE POPO- EFEK RUMAH KACA- 4 PENITI- THE BRANDALS- THE ADAMS- STEREOMANTIC- GOODNIGHT ELECTRIC- APE ON THE ROOF- HELLO GAGARIN- GAIN- VOX- DRIVE- PURE SATURDAY
FREE ENTRY!! see you there...
Hai hai... datang dan saksikan penampilan 70's Orgasm Club di Rock n Doll 29 Juli 2007, 8.45 pm Asia Afrika Cultural Center
Mari....
 | Sinis | Jun 26, '07 12:52 AM for everyone |
I'm being cynical and I'm not so happy about it
Karena:
- Perasaan bersalah
- Yang mengakibatkan perasaan berdosa
- Dan takut kehilangan
 | Fine | Jun 18, '07 5:37 AM for everyone |
I called you last night, just to make sure that everything about you is allright. Your cell dead, so I call your friend, and at last we talk. Short. Only 1,5 minutes coz you have to get ready on stage. But that's okay. At least I know that you are fine and that's enough for me, my fine artist...
 | Review | Jun 18, '07 2:04 AM for everyone |
Rasanya puas sekali menulis kalimat terakhir buat rubrik review di media pastel edisi kali ini. Harharharrrr.
a b c d e biar sedih kita harus happy a b c d e biar banyak masalah kita harus happy a b c d e ayo kita jalan-jalan
whiiiii, juni ini bakal banyak jalan-jalan
 Anyway tadi pagi kesiangan bangun gara-gara tidurnya kepagian plus kecapekan juga. Yah, potong gaji lagi deh. Huks. Jadilah mandi nanggung abis itu langsung nge-update anti virus komputer sekalian ganti baju, nyiapin sepatu, dengerin Suede "Chemistry Between Us". Oh iya, ngeringin rambut juga.
Tapi tiba-tiba UPS komputer cuit cuit, hair dryer enggak bising lagi, dan tivi mati. Wew! Mati lampu. Sial, apa daerah Dago udah ketularan daerah Cigadung yang langganan mati listrik (medio 2002, tau deh sekarang, gimana, Lik?). Yah, udah deh.. berarti emang harus ke kantor dengan rambut basah. Setelah matiin komputer dan baruuuu aja mau ngunci kamar, ada yang keingetan..
Yaitu...
Aaaaaaa tidaak!!! Acit baru inget kalau filter air buat si ikan koki mati. Langsung buka sepatu sambil ngeliatin si ikan koki yang mangap-mangap ke atas cari oksigen. Ngemeng nih, mana lagi buru-buru! Dasar PLN a^&(**%. Huks.
Ya udah, Acit sambungin deh kabel eh apa sih namanya steker(?) colokan (?) ke UPS komputer. Entah berapa lama listriknya jalan dan ngasih oksigen buat si fishy. Aduh terakhir kali enggak tega ninggalin mahluk hidup kayak gini adalah pas di travel. Rasanya enggak tega banget, I dont want my fishy die. Huks.
Sampe kantor, kerjaan enggak banyak-banyak amat sih. Tapi harus nyiapin kuis. Pikiran ngelayang-layang ke si fishy. Will fishy survive? Dan Acit baru nyadar kalau Acit enggak tahu nomer telpon kost-an. Padahal mau nanyain ke ibu kost, listriknya udah nyala atau belum. Dasar anak kost dudul. Hehehe.. terima kasih deh buat 108 yang udah ngasih tahu nomer telpon Ibu Sukotjo yang cantik jelita nan baik hati.
"Halo, Ibu Sukotjo... Ini Acit!" "Acit? Acit mana ya?" *wew* "Astrid, bu!" "Oh iya, nak Astrid. Ada apa? (tertawa ngeuleukeuteuk khas Ibu-ibu).." "Listrik udah nyala belum?" "Udaaaah.."
Huhuhu thank's God. Oh my dear fishy, apakah kamu masih hidup di kamar kuning sana? Jangan mati dulu ya. Nanti Acit ngobrol sama siapa lagi kalau enggak ada kamu? Kamu kan lucu banget, suka berenang mundur, kalau makan rakus banget. Cup.
Udah ah, Acit mau pulang dulu... Mudah-mudahan si ikan koki masih berenang bukan ngambang *uuuuh nightmare*
p.s.: Boii... Susah amat yeee nyari nama buat ikan koki.
Diane had two young daughters with her husband and her family has made the cowardly choice to inspect but not confront.
Diane Arbus-Photographer
| |